Perubahan - perubahan antara efaktur lama versi 1.0.46 dan efaktur baru versi 2.0

Buat rekan-rekan yang sudah mengunakan efaktur versi 2.0 (terbaru), berikut beberapa point-point perubahan di efaktur versi 2.0

1. Faktur Pajak Keluaran

Versi lama:
Saat perekaman dan penyimpanan FP pelunasan, akan ada notifikasi pertanyaan "Apakah anda ingin membuat dokumen faktur baru?", bila klik "Yes" maka kotak "Pelunasan" di FP yang baru ini akan terchecklist secara otomatis  dan data FP akan tersimpan dengan DPP dan PPN nilai 0. Apabila FP tersebut diupload, akan approval sukses.
Versi baru:
Penambahan alert untuk pajak keluaran yang nilai PPN-nya lebih dari 1 Milyar, untuk memastikan apakah data yang diinput sudah benar
Saat perekaman dan penyimpanan FP pelunasan, akan ada notifikasi pertanyaan "Apakah anda ingin membuat dokumen faktur baru?", bila klik "Yes" maka kotak "Pelunasan" di FP yang baru ini akan terchecklist secara otomatis  dan data FP akan tersimpan dengan DPP dan PPN nilai 0. Apabila FP tersebut diupload, akan di-reject

2. Faktur Pajak Masukan

Versi lama:
Sepanjang PKP Pembeli sudah merekam NPWP, Nomor Seri FP dan Tanggal FP yang benar, maka Nilai DPP dan PPN akan auto correct menyesuaikan dengan yang nilai yang direkam PKP Penjual
Versi baru:
PKP Pembeli tetap harus merekam data FP sesuai dengan FP yang diterbitkan PKP Penjual. Karena walaupun  PKP Pembeli sudah merekam NPWP, Nomor Seri FP dan Tanggal FP yang benar tapi Nilai DPP dan PPN tidak sesuai dengan FP yang diterbitkan penjual, maka FP Masukan tsb akan reject ketika diupload.

3. Faktur Pajak Batal

Versi lama:
Pembeli belum kreditkan PM atau Pembeli Non-PKP/NPWP, maka:
PKP Penjual bisa langsung membatalkan FP tanpa validasi dari PKP Pembeli
PKP Pembeli sudah kreditkan PM, maka:
Setelah menerima informasi pembatalan FP dari penjual, PKP Pembeli harus membatalkan FP tsb
PKP Pembeli melaporkan SPT Pembetulan
Versi baru:
Jika Pembeli belum kreditkan PM atau Pembeli Non-PKP/NPWP:
Penjual Tidak perlu menunggu validasi dari Pembeli dan FP langsung berubah menjadi Batal
Jika Pembeli mengupload FP masukan yang sudah dibatalkan oleh Penjual tersebut, maka status approvalnya akan SUKSES tetapi status fakturnya otomatis berubah menjadi Batal.
PKP Pembeli sudah kreditkan PM :
Saat penjual batalkan faktur maka status FP keluaran tidak langsung berubah menjadi Batal (akan ada keterangan bahwa pembeli sudah kreditkan faktur)
Penjual harus konfirmasi kepada Pembeli agar membatalkan pajak masukannya juga
Setelah Pembeli berhasil batalkan FP masukan, maka penjual bisa memperbaharui tampilan efakturnya agar FP keluaran berubah status menjadi Batal
PKP Pembeli melaporkan SPT Pembetulan
Direktorat Jenderal Pajak telah melakukan penyempurnaan aplikasi e-Faktur Desktop yang ada saat ini dan perluasan channeling e-Faktur dengan meluncurkan aplikasi baru pada 1 Oktober 2017. [Pengumuman resmi dapat dilihat di www.pajak.go.id]

Aplikasi e-Faktur tersebut adalah:

  1. Aplikasi e-Faktur Desktop versi v.2.0 (menggantikan versi yang telah ada saat ini);
  2. Aplikasi e-Faktur Web-based;
  3. Aplikasi e-Faktur Host-to-Host;
Terkait hal tersebut maka:
  1. Akan dilakukan down-time pada aplikasi e-Nofa dan e-Faktur yang akan dimulai pada hari Jumat 29 September 2017 pukul 17.00 WIB sampai dengan hari Minggu tanggal 1 Oktober 2017 pukul 07.00 sehingga selama masa down-time tersebut Pengusaha Kena Pajak tidak dapat mengakses aplikasi tersebut, terutama untuk pelayanan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak secara online dan permintaan persetujuan (upload) e-Faktur
  2. Pengusaha Kena Pajak perlu melakukan backup database dan melakukan update efaktur setelah aplikasi baru tersebut dirilis.

Perubahan-Perubahan efaktur versi 2.0 tahun 2017

  1. Perubahan cara pembatalan faktur
  2. Pembatalan Nota Retur/Nota Pembatalan
  3. Penambahan alert untuk Pajak Keluaran yang nilai PPN nya lebih dari 1 Milyar
  4. Penambahan alert untuk mengisi NIK Pembeli apabila pembeli tidak ber-NPWP
  5. Perbaikan bug pada saat cetak nota retur
  6. Penambahan Cap "PPN TIDAK DIPUNGUT BERDASARKAN PP NOMOR 96 TAHUN 2015"
  7. Penambahan Cap "PPN DIBEBASKAN SESUAI PP NOMOR 74 TAHUN 2015"
  8. Penambahan Cap "PPN TIDAK DIPUNGUT BERDASARKAN PP NOMOR 106 TAHUN 2015"

Cara update efaktur versi 2.0 tahun 2017

PERHATIAN
"UPDATE BARU DAPAT DILAKUKAN SETELAH RELEASE RESMI MULAI TGL 01 OKTOBER 2017" 
Previous PostPostingan Lama Beranda