Meterai Tempel Desain Tahun 2014

Meterai Tempel Desain Tahun 2014


   Last Updated Article: 21 Juni 2017
materai baru
Materai Baru
Tepat pada hari kemerdekaan Indonesia yang ke-69, dan bersamaan dengan diterbitkannya uang NKRI, pemerintah memberlakukan meterai tempel desain baru (meterai tempel desain tahun 2014) yang menggantikan meterai tempel desain tahun 2009.

Dasar hukum terbitnya meterai desain tahun 2014 ini adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.03/2014. Perubahan desain meterai tempel kali ini utamanya adalah untuk lebih meningkatkan pengawasan atas peredaran meterai tempel dan sebagai upaya untuk mengurangi seminimal mungkin upaya-upaya pemalsuan meterai maupun penggunaan meterai tempel bekas pakai di masyarakat.

Perbedaan Materai Tempel Lama dan Baru

Perbedaan antara meterai tempel desain tahun 2009 dan meterai tempel desain tahun 2014 yang dapat dengan mudah kita cirikan antara lain adalah :
  1. Warna Meterai tempel nominal Rp3000 yang dulu berwarna kuning berubah warna manjadi biru dan untuk nominal Rp6000 yang dulu berwarna biru kehijauan berubah warna manjadi hijau.
  2. Hologram Meterai tempel desain yang baru ini memiliki hologram dibagian kiri, sedangkan meterai tempel desain yang lama tidak ada.
  3. Perforasi bentuk bintang Untuk perforasi bentuk bintang yang sebelumnya berada di sisi kanan sekarang pindah di sebelah kiri.
  4. Motif Rosette Motif Rossette berupa bunga akan ada di meterai tempel desain baru, dan berada di sebelah kanan bawah. Motif tersebut dapat berubah warna bila dimiringkan dalam sudut tertentu. Untuk nominal Rp3000 perubahan dari hijau ke biru, dan untuk nominal Rp6000 perubahannya dari magenta ke hijau.

Cara Mengenali dan Feature Pengaman

Secara sederhana, untuk mengenali indikasi uang palsu kita biasanya menggunakan metode 3D (dilihat, diraba, dan diterawang), maka untuk meterai tempel dapat menggunakan metode 2D (dilihat dan diraba), tanpa perlu diterawang karena tidak ada feature watermark di dalam meterai tempel.

Untuk meterai asli apabila dilihat, kualitas cetakan dan warnanya jelas, perforasi bulat dan oval di sekeliling meterai tempel apabila masih dalam bentuk gabungan, akan benarbenar terlihat bulat dan oval. Bentuk perforasi bintangnya juga memiliki lekukan yang bagus, dan jelas (defined menyerupai bintang. Selain daripada itu, apabila dilihat dengan menggunakan kaca pembesar, bulu pada gambar garuda terlihat jelas satu persatunya, bukan hanya gambar buram, dan tulisan Bhineka Tunggal Ika pun jelas terbaca. Apabila diraba, permukaan meterai tempel memiliki feature cetakan intaglio, yaitu cetakannya timbul namun di bagian belakang tetap halus (tidak cekung), berbeda bila cetakan menggunakan metode emboss yang timbul di bagian depan namun cekung di bagian belakang. Selain features pengaman yang dapat diidentifikasi dengan cara 2D tersebut, pada setiap keping meterai tempel juga dilekatkan berbagai pengaman lain yang membuat meterai tempel sulit untuk dipalsukan, diantaranya ada color shifting, microtext, special image pattern berbentuk batik, serat pengaman, 17 digit nomor seri unik untuk setiap keping meterai, dan berbagai feature pengaman lain. Dengan mengetahui metode 2D tersebut maka kita dapat membedakan meterai tempel yang asli atau palsu.

Selain dari meterai palsu yang juga perlu menjadi perhatian adalah meterai tempel bekas pakai. Untuk mengenali meterai tempel bekas pakai, salah satunya dapat dilihat bahwa pada bagian tertentu meterai tempel tersebut terlihat pudar karena cairan kimia yang dipergunakan untuk menghapus bekas tinta di bagian depan, atau pada bagian belakang meterai tempel yang terasa tidak halus atau tidak lengket saat terkena air. Pada bagian perforasi bulat dan oval di sekeliling metera tempel pun terlihat kasar karena tidak tergabung dalam satu cetakan. Selain itu, untuk meterai tempel bekas pakai, apabila dalam satu lembar cetakan, no seri nya tidak berurutan sedangkan bila meterai tempel tersebut asli, maka dalam satu lembar tersebut no serinya berurutan. Jadi, apabila membeli meterai tempel harap diperhatikan ciri-cirinya, dan kalau ada yang menawarkan meterai tempel di bawah harga kopurnya, yaitu Rp6000, dan Rp3000, terindikasi meterai tempel yang dijual bukan meterai tempel yang asli, karena meterai tempel yang disebarluaskan Pemerintah melalui PT Pos Indonesia hanya dijual senilai dengan nilai kopurnya yaitu dengan nilai Rp6000, atau Rp3000.

Masa Transisi Apabila ketika kita membeli meterai tempel di kantor pos setelah 17 Agustus 2014, dan petugas pos memberikan meterai tempel desain lama (desain tahun 2009) jangan bimbang dan khawatir karena meterai tempel tersebut masih dapat kita pergunakan sampai dengan 31 Maret 2015. Karena waktunya masih panjang, pergunakan atau habiskan dahulu meterai tempel desain tahun 2009 sampai dengan tangal 31 Maret 2015, karena meterai tempel desain lama yang sudah dibeli tidak dapat ditukarkan dengan yang baru dan juga tidak dapat ditukarkan dengan uang.

Sumber : Majalah Pajak - Agustus 2014
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda