Lapor Online SPT Orang Pribadi

Lapor Online SPT Orang Pribadi

Input Lampiran II

Langkah 2 – Lampiran II

Isian Bagian A. Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final

Penghasilan yang dikenakan PPh Final

Pilih Tambah Jika Ada Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final

Penghasilan yang dikenakan PPh Final
Penghasilan yang dikenakan PPh Final

Penghasilan yang dikenakan final, yaitu:

  • Bunga Deposito, Tabungan, Diskonto Sbi, Surat Berharga Negara (Sbn)
  • Bunga/Diskonto Obligasi
  • Penjualan Saham Di Bursa Efek
  • Hadiah undian
  • Pesangon, Tunjangan Hari Tua Dan Tebusan Pensiun Yang Dibayarkan Sekaligus
  • Honorarium Atas Beban Apbn / Apbd
  • Pengalihan Hak Atas Tanah Dan/Atau Bangunan
  • Sewa Atas Tanah Dan/Atau Bangunan
  • Bangunan Yang Diterima Dalam Rangka Bangun Guna
  • Bunga Simpanan Yang Dibayarkan Oleh Koperasi Kepada
  • Penghasilan Dari Transaksi Derivatif
  • Deviden
  • Penghasilan Isteri Dari Satu Pemberi Kerja
  • Penghasilan Lain Yang Dikenakan Pajak Final dan/atau Bersifat Final

Pilih Lanjut ke Daftar Harta

Isian Daftar Harta
Isian Daftar Harta

Bagian ini digunakan untuk melaporkan harta usaha serta harta non usaha pada akhir Tahun Pajak yang dimiliki atau dikuasai Wajib Pajak sendiri dan anggota keluarganya.
Dalam hal:

  • Isteri telah hidup berpisah berdasarkan putusan hakim (HB);
  • Isteri melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan (PH);
  • Isteri menghendaki untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri (MT);

harta usaha serta harta non usaha pada akhir Tahun Pajak yang dimiliki atau dikuasai isteri, dilaporkan secara terpisah dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi isteri sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi tersendiri.

Pilih Tambah Untuk Mengisi Daftar Harta

Isian Pilihan Harta
Isian Pilihan Harta

Pilih Kode Harta

Isi Nama Harta

Kolom ini diisi dengan nama harta yang dimiliki atau dikuasai pada akhir Tahun Pajak, misalnya:

  • Tanah (cantumkan lokasi dan luas tanah);
  • Bangunan (cantumkan lokasi dan luas bangunan);
  • Kendaraan bermotor, mobil, sepeda motor (cantumkan merek dan tahun pembuatannya);
  • Kapal pesiar, pesawat terbang, helikopter, jetski, peralatan olah raga khusus, dan sejenisnya (cantumkan merek/jenis dan tahun pembuatannya);
  • Uang Tunai Rupiah, Valuta Asing sepadan US Dollar;
  • Simpanan termasuk tabungan dan deposito di Bank Dalam dan Luar Negeri (cantumkan nama bank untuk setiap rekening simpanan),
  • Piutang (cantumkan identitas pihak yang menerima);
  • Efek-efek (saham, obligasi, commercial paper, dan sebagainya) (cantumkan nama penerbit);
  • Keanggotaan perkumpulan eksklusif (keanggotaan golf, time sharing dan sejenisnya) (cantumkan nama perkumpulan);
  • Penyertaan modal lainnya dalam perusahaan lain yang tidak atas saham (CV, Firma) (cantumkan nama tempat penyertaan modal);
  • Harta berharga lainnya, misalnya batu permata, logam mulia, dan lukisan.

Isi Tahun Perolehan (Kolom ini diisi tahun perolehan dari masing-masing harta yang dimiliki )

Isi Harga Perolehan (Kolom ini diisi harga perolehan dari masing-masing harta yang dimiliki sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.
(Pasal 10 ayat (1) Undang-Undang PPh) )

Isi Keterangan

Kolom ini diisi dengan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu. Misalnya untuk rumah dan tanah diberi keterangan Nomor Objek Pajak (NOP) sesuai yang tertera dalam SPPT PBB atau untuk kendaraan bermotor diisi Nomor Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKP).

Contoh Pengisian Harta di SPT
Contoh Pengisian Harta di SPT

Catatan : Pastikan tidak ada kolom isian yang kosong (termasuk kode jenis harta dan keterangan)

Mengisi Daftar Utang jika ada

Isian Daftar Utang
Isian Daftar Utang

Bagian ini digunakan untuk melaporkan kewajiban/utang usaha serta kewajiban/utang non usaha pada akhir Tahun Pajak yang dimiliki Wajib Pajak sendiri dan anggota keluarganya.
Dalam hal:

Isteri telah hidup berpisah berdasarkan putusan hakim (HB);
Isteri melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan (PH);
Isteri menghendaki untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri (MT);

kewajiban/utang usaha serta kewajiban/utang non usaha pada akhir Tahun Pajak yang dimiliki isteri, dilaporkan secara terpisah dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi isteri sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi tersendiri.

Isian Daftar Utang di SPT
Isian Daftar Utang di SPT

Pilih Tambah untuk mengisi data utang

Isi Nama Pemberi Pinjaman

Isi Alamat Pemberi Pinjaman

Isi Tahun Peminjaman

Isi Jumlah (Kolom ini diisi dengan sisa utang pada Tahun Pajak yang bersangkutan yang masih harus dilunasi (termasuk utang bunga) )

Contoh Pengisian Utang
Contoh Pengisian Utang

Mengisi Daftar Tanggungan

Isian Daftar Tanggungan di SPT
Isian Daftar Tanggungan di SPT

Pilih Tambah dan Isikan data Susunan Anggota Keluarga

Pilih Langkah Berikutnya

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas